← Daftar fauna
Kritis (Critically Endangered)

Yaki

Macaca nigra

Yaki atau Monyet Hitam Sulawesi adalah primata endemik Sulawesi Utara yang memiliki bulu hitam, pantat merah, dan jambul khas di atas kepala. Yaki hidup berkelompok dan sebagian besar memakan buah-buahan.

Yaki di tanah, di Taman Wisata Alam Batu Putih, Bitung
Yaki di tanah, di Taman Wisata Alam Batu Putih, Bitung Foto: Harumi Pinontoan

Deskripsi

Yaki merupakan salah satu jenis monyet endemik Sulawesi. Hampir seluruh tubuhnya ditutupi bulu berwarna hitam, dengan jambul tegak di kepala, wajah menonjol, dan bagian pantat berwarna merah muda. Meskipun sering disebut monyet tanpa ekor, yaki sebenarnya memiliki ekor yang sangat pendek. Yaki hidup dalam kelompok besar yang terdiri atas beberapa jantan, betina, dan anak-anak. Makanan utamanya adalah buah-buahan, tetapi juga memakan daun, biji, tunas, jamur, serangga, telur burung, serta hewan kecil. Sebagai pemakan buah, yaki berperan penting dalam menyebarkan biji dan membantu regenerasi hutan. Populasinya terus menurun akibat perburuan, perdagangan ilegal, konflik dengan manusia, serta kehilangan dan fragmentasi habitat. Yaki dilindungi di Indonesia dan berstatus Kritis (Critically Endangered).

Penyebaran

Sebaran alami yaki terbatas pada Semenanjung Minahasa bagian utara dan timur di Sulawesi Utara. Populasi utamanya terdapat di kawasan Cagar Alam Tangkoko–Batuangus–Duasudara di Kota Bitung serta hutan-hutan di sekitarnya. Yaki juga ditemukan di beberapa kawasan hutan tersisa di wilayah Minahasa Utara, Bitung, Minahasa, dan Bolaang Mongondow Timur, termasuk pulau-pulau tertentu di sekitarnya, seperti Pulau Lembeh. Populasi di Cagar Alam Tangkoko merupakan salah satu populasi alami terpenting yang masih bertahan. American Journal of Primatology dan International Journal of Primatology
Sekelompok Yaki di atas pohon, di Taman Wisata Alam Batu Putih, Bitung
Sekelompok Yaki di atas pohon, di Taman Wisata Alam Batu Putih, Bitung Foto: Harumi Pinontoan